Gloshell
Community

Wajah sangat berminyak, apakah sabun batang jawabannya?

Di Clien, seseorang dengan wajah super berminyak bercerita bahwa di hari-hari ia di rumah, ia mencuci muka lebih dari enam kali sehari. Katanya orang bilang sabun terlalu kuat mengangkat minyak, tapi bagi orang yang wajahnya seperti sumur minyak, bukankah sabun justru jawabannya? Unggahan itu mendapat lebih dari tiga puluh balasan.

Isi balasannya:

  • Pendapat paling umum: terlalu sering mencuci dan mengangkat minyak membuat kulit memproduksi lebih banyak minyak untuk melindungi diri.

  • Beberapa orang bercerita, setelah pagi hari hanya membasuh dengan air, minyaknya justru berkurang. Sensasi bersih sampai "kesat" hanya sebentar, dan sedikit rasa licin itu normal.

  • Banyak yang menekankan bahwa yang dioleskan setelah mencuci muka lebih penting daripada cara mencucinya, dan menyarankan menutup dengan produk hidrasi yang ringan.

  • Sebaliknya, ada yang merasa sering mencuci dengan sabun memang cocok, karena kulit tiap orang berbeda dan harus menemukan caranya sendiri.

  • Saran lain: coba cleansing oil atau produk dengan asam salisilat.

  • Seseorang merasa minyak dan jerawat berkurang setelah mengurangi karbohidrat.

Mayoritas bilang "jangan dikuras habis, lembapkan ringan", tapi ada minoritas yang tegas bahwa sabun cocok untuk mereka.

Catatan redaksi: American Academy of Dermatology (AAD) menyarankan pemilik kulit berminyak mencuci muka maksimal dua kali sehari dan setelah berkeringat, dengan pembersih berbusa yang lembut. Pembersih yang terlalu keras bisa mengiritasi kulit dan memicu produksi minyak lebih banyak, dan kulit berminyak tetap butuh pelembap setelah dibersihkan. Jika jerawat terus kambuh, konsultasikan ke dokter kulit.

Bagaimana caramu mencuci muka saat wajah sedang berminyak parah?

Utas asli: Clien — Untuk wajah berminyak, sabunkah jawabannya? · Rujukan: AAD — How to control oily skin

#kulitberminyak #caracucimuka #kontrolminyak #sabunbatang

0

No comments yet. Be the first.

Sign in to comment