Kosmetik, kalian benar-benar memakainya sampai habis?
Di forum bebas 82cook, seorang orang tua menulis bahwa sekali lihat kamar anak-anaknya yang sudah dewasa, ia langsung paham kenapa Olive Young untung besar. Anak-anaknya membeli hampir semua kosmetik di sana, tapi ia tak pernah melihat satu pun dipakai sampai habis; produk setengah terpakai menumpuk, dan banyak yang dibuang setelah sekali coba karena "tidak cocok". Unggahan itu mendapat lebih dari empat puluh balasan.
Isi balasannya:
-
Reaksi terbanyak adalah merasa relate: "Itu rumahku." Ada yang mengaku produk belum dibuka menumpuk tapi tetap beli lagi setiap diskon.
-
Beberapa orang tua bercerita mereka mengumpulkan dan memakai produk yang ditinggalkan anak, sambil bercanda bahwa setidaknya kulit mereka sendiri jadi bagus.
-
Banyak yang memandang santai: begitulah anak muda mencari yang cocok, dan generasi mereka dulu juga begitu di toko kosmetik murah.
-
Ada analisis: membeli beberapa produk murah alih-alih satu yang mahal ujungnya sama saja biayanya, dan media sosial membuat orang merasa harus mencoba semua yang dibeli orang lain.
-
Yang lain menyebut tester bebas dan staf yang ramah sebagai kunci sukses Olive Young, dan ada yang melihat turis asing mengisi koper penuh.
-
Beberapa catatan praktis: kosmetik warna jarang sekali habis, dan sebagian produk terasa menurun kualitasnya setelah terpakai setengah.
Kesimpulan umumnya: kelihatan boros, tapi hampir semua orang pernah melewati fase ini.
Catatan redaksi: Kalau anggota keluarga melanjutkan produk sisa, cek dulu tanggal kedaluwarsa atau masa pakai setelah dibuka di kemasan. Di Korea salah satunya wajib dicantumkan, dan produk dengan masa pakai setelah dibuka juga mencantumkan tanggal produksi. Jika warna, bau, atau teksturnya berubah, relakan saja apa pun tanggalnya.
Ada berapa produk setengah terpakai di meja riasmu sekarang?
Utas asli: 82cook — Sekarang aku paham kenapa Olive Young untung besar · Rujukan: Easy Law Korea — label kosmetik
No comments yet. Be the first.